Rabu, 27 Februari 2019

Kematian sebagai Pengingat

Assalamu'alaikum Wr Wb

Semoga Alloh melindungi dan memberikan rahmat kepada kita semua....

Hari ini, Selasa (26/2) saya dikejutkan oleh berita dari grup WA, mengabarkan seseorang yang cukup saya kenal telah meninggal dunia tadi pagi secara mendadak. Kabarnya, dikarenakan pembuluh darahnya ada yang pecah. Dalam umur 43 beliau telah berpulang kepada Alloh SWT. Usia yang terbilang masih muda. Beliau meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. 

Beliau memiliki peran yang penting dalam hidup saya. Beliau adalah ustazd saya saat saya masih sekolah dasar. Beliau yang mengajarkan dan mengenalkan saya pada Al-Quran. Dari ilmu dan kesabaran beliau, Saya diajarkan mengenal huruf Hijaiyah sehingga mampu membaca Al Quran dengan lancar, bahkan bisa melantunkannya. 

Waktu itu beliau masih remaja. Bersama teman2 remaja masjid lainnya, mereka memakmurkan masjid melalui kegiatan Taman Baca Qur'an (TPQ). Setiap hari mulai jam 16.00, anak2 sekitar masjid diajarkan membaca Iqro, Al quran, menulis, hafalan surat, cerita2 nabi, dan qosidah.

Innallillahi wa inna illaihi roji'un...
Selamat jalan ustadz, 
Semoga engkau husnul khotimah
Semoga  apa yang dilakukannya dapat menjadi amal jariyah dan ladang pahala bagimu
Semoga semua amal beliau diterima Alloh SWT
dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Alloh SWT

Aamin YRA... 

Sahabat yang dirahmati Alloh...

Kejadian seperti cerita diatas, sudah seringkali kita jumpai atau kita dengar selama ini. Kematian yang tiba-tiba, atau meninggalnya seseorang karena tua dan sakit.

Kematian memang sudah menjadi hak prerogatif Alloh SWT. Setiap makhluk yang diciptakanNya pasti akan mengalami kematian.

Seperti firman Alloh SWT dalam QS Ali-Imran: 185


كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

kullu nafsin dzaa-iqatu lmawti wa-innamaa tuwaffawna ujuurakum yawma lqiyaamati faman zuhziha 'ani nnaari waudkhila ljannata faqad faaza wamaa lhayaatu ddunyaa illaa mataa'u lghuruur

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

Tafsir al-Jalalain:
(Setiap diri akan merasai kematian dan hanya pada hari kiamatlah pahalamu disempurnakan) artinya pada hari kiamatlah ganjaran amal perbuatanmu dipenuhi dengan cukup. (Barang siapa yang dijauhkan) setelah itu (dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung) karena mencapai apa yang dicita-citakannya. (Kehidupan dunia ini tidak lain) maksudnya hidup di dunia ini (hanyalah kesenangan yang memperdayakan semata) artinya yang tidak sebenarnya karena dinikmati hanya sementara lalu ia segera sirna.

Saya hanya ingin mengambil hikmah dari kejadian ini. Kematian itu sangatlah dekat, Ia tak mengenal  nama, tempat, kejadian, umur,  maupun waktu. Dia bisa datang kapan saja dan dimana saja. Dia tak pandang bulu kepada siapa dia akan mengambil nyawa dari tubuh seseorang. Baik dalam keadaan sakit, perjalanan, tidur, bahkan sedang tertawa sekalipun.

Tentang mengingat kematian, Nabi Saw memberi kita nasehat, “Wa Kafaa Bil Mauti Wa Idzho, Cukuplah kematian sebagai pemberi nasihat”

Kematian memberi kita nasihat bahwa hidup di dunia tidaklah selamanya. Kematian pasti akan datang. Masalahnya, apakah kita sudah siap ketika malaikat Isrofil mencabut nyawa dari jasad kita? Sudah seberapa banyak pahala dan amal kebaikan yang bisa kita bawa untuk bekal di akhirat. Yang akan menolong kita di alam kubur dan alam barzah sehingga pada akhirnya kita akan masuk surga.

Bukankan setiap kita ingin masuk ke dalam Jannah nya? Yang penuh dengan kenikmatan dan kesenangan. Bukan di neraka, tempat segala siksaan dan penderitaan.

Kematian bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, selagi kita masih diberikan kesempatan untuk hidup, gunakan waktu kita yang tersisa hanya untuk beribadah dan beramal shaleh. InsyaAlloh akan menjadi kebaikan dan penlong kita di akhirat.

Jadikan hidup di dunia ini hanya untuk beribadah padaNya. Kita yang masih berbuat dosa dan maksiat, marilah kita bertaubat dan memohon ampun kepada Sang Illahi. Dengan ampunan dan rahmatNya lah, semoga kita termasuk orang-orang beruntung yang akan dikumpulkan di SurgaNya kelak.

Aamin YRA...



Annisa Hanan










Kamis, 21 Februari 2019

Fenomena Lepas Jilbab

Assalamu'alaikum Wr Wb

Teman-teman muslim semuanya..Saat ini kita sedang dikejutkan dengan berbagai berita di media cetak maupun media elektronik. Fenomena lepas jilbab dari beberapa artis tanah air.

Berita paling terakhir adalah seorang wanita muda, artis yang merupakan mantan dari seorang tahfiz Quran yang cukup terkenal. Setelah dia memakai jilbab cukup lama, tiba-tiba dia membuka jilbabnya di depan khayalak. Jilbab sebagai jati diri muslimah, Ia tanggalkan dengan alasan pribadinya.

Sebelumnya beberapa artis juga sudah melakukan hal serupa. Dari artis komedi, pemain sinetron, bahkan artis yang memang sering membuat gempar berita di jagad pertelivisian seputar selebriti.

Dahulu, kita sebagai orang umum, dikejutkan dengan keputusannya untuk berjilbab, yang sebelumnya terbuka aurat bahkan terlihat seksi. Kemudian tampil anggun dan indah dengan untaian kain panjang menutupi rambut, dada, dan seluruh auratnya, Dia tampil sangat cantik, aura muslim juga terpancar dari dirinya. Alhamdulillah... seraya keluar dari mulut kita saat melihat perubahannya untuk menjadi lebih baik dan mendoakan mereka agar mereka bisa istiqomah.

Kita dibius dengan alasan hijrahnya para artisnwanita tersebut. Semua menyampaikan kemantapan untuk berhijab karena mendapatkan hidayah dari Alloh SWT. Setelah bergulat dengan batinnya, maka Ia yakin untuk menggunakan jilbab dan busana muslimah, MasyaAlloh...

Namun, setelah kita bersyukur dengan berita kejutan hijrahnya para artis tersebut, tidak lama kemudian, kita dikejutkan dengan sesuatu yang baru dari mereka. Mereka membuka lilbabnya kembali.

Astaghfirulloh, kalimat yang keluar saat saya tahu berita tersebut. Saya bersedih, mengapa hal itu terjadi. Padahal saya ingin sekali sebagai saudara muslim, saudara saya tersebut bisa istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran. Mereka menggunakan jilbab mereka hingga roh terpisah dari jasadnya.

Alasan mereka cukup beragam, dari mulai masih lemahnya iman, perubahan pemikiran, hingga tidak kuat menghadapi nyinyiran netizen atas perubahan sikap mereka yang belum sempurna seperti mslimah sebenarnya. Yang sudah berjilbab, namun masih menggunakan pakaian yang ketat. Namun ada alasan yang tidak mereka sebutkan, dan hanya mereka yang tahu sendiri.

Hal yang perlu saya cermati dari fenomena ini adalah keistiqomahan mereka. Saat mereka berhijrah, pasti akan banyak sekali tantangannya. Dari mulai diri sendiri, keluarga, teman, instansi, lingkungan kerja, orang di sekitar kita, apalagi mereka adalah publik figure, yang disorot gerak geriknya oleh masayarakat luas.

Mungkin tantangan yang terjadi pada hidup mereka, tidak mampu mereka hadapi. Berdalih karena masih lemahnya iman mereka.

Padahal dalam Al-Quran sudah dijelaskan akan kewajiban untuk berjilbab dalam firmannya QS.Al-Ahzaab:59:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi Katakanlah Kepada Istri-Istrimu,Anak-Anak Perempuanmu Dan Istri-Istri Orang Mukmin: “Hendaklah Mereka Mengulurkan Jilbabnya Ke Seluruh Tubuh Mereka”, Yang Demikian Itu Supaya Mereka Lebih Mudah Untuk Dikenal, Karena Itu Mereka Tidak Diganggu, Dan Alloh Adalah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

Hal yang kita sayangkan bersama. Setelah diberikan hidayah, mereka lepaskan begitu saja hidayah itu dari genggaman mereka. Padahal hidayah itu tidak serta merta didapatkan dari sang penciptaNya. Tidak semua orang dipilih Alloh untuk menerima cinta  dan kasih  sayangNya.

Mereka tidak sekuat tenaga, untuk mempertahankan hidayah yang datang kepada mereka dengan lebih mendekat Tuhannya, berkumpul dengan orang yang shaleh, atau menghadiri majelis-majelis dan kajian-kajian.

Yaa..kita sebagai penonton, hanya bisa mengomentari, berpendapat, dan mendoakan untuk mereka. Karena kita tidak tahu hal yang sesungguhnya terjadi pada diri mereka.

Kita hanya mampu untuk mengambil pelajaran dari fenomena ini,

Setiap hari iman kita pasti bakal naik-turun, hanya usaha kita untuk lebih mendekat dan meminta pertolongan kepada Alloh SWT untuk memantapkan keimanan kita. Semoga iman kita tidak goyah sekalipun banyak rintangan, godaan, maupun hambatan ketika melalukan kebaikan, apalagi kebaikan itu merupakan kewajiban dan perintah dari Tuhan kita.

Marilah kita memohon kepada Alloh SWT, supaya Alloh meneguhkan dan mengkuatkan iman kita dalam hati dan jiwa kita.

                                                                    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepeda kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi.” [QS. Ali-Imran (3): 8]

                                                                                                                   يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

Artinya: “Wahai Rabb yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu” (HR. At-Tirmidzi no. 3522, Ahmad no. 302, 315)

Mari kita doakan bersama agar Saudara muslim artis2 tersebut kembali mendapatkan hidayah dari Alloh SWT. Kembali mengenakan jilbabnya, dan hijrah dengan sepenuhnya. Dan untuk diri kita, yang masih berlumur dengan dosa, semoga kita diberikan perlindungan, pertolongan, tetap istiqomah dalam kebaikan, dan bahkan lebih meningkatkan kualitas iman dan ibadah kita.

Aamiin Ya Robbal 'Alamiin...

Annisa Hanan














Selasa, 19 Februari 2019

Kakek Tua Itu Terus Saja Mengayuh Sepedanya

        Sekitar pukul 7 pagi  kudengar suara ayuhan roda sepeda melewati jalan blok rumahku. Diikuti suara renta seorang kakek tua yang menjajakan minyak wangi yang merupakan barang dagangannya. Kubuka pintu rumahku dan kupanggil kakek itu untuk berhenti. Aku berniat untuk membeli satu botol minyak wangi yang memang kebetulan stock minyak wangiku sudah habis.

        Kakek tua itu berumur sekitar 80 tahun, dengan rambut yang sudah beruban, dan jenggot berwarna putih yang menampakkan simbol usia senjanya. Kakek tua itu terlihat ringkih, saat turun dari kayuhan sepedanya, beliau berjalan dengan tergopoh dengan tubuh yang gemetar/ tremor. Subhanalloh.... Hati ini mulai menangis, menanyakan dalam hati, mengapa kakek setua itu masih saja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pertanyaan besar itu hanya bisa dipendam dalam hati, tak berani aku tanyakan kepada beliau. Akhirnya satu botol miyak wangi seharga Rp 7.500,00 aku beli.

            Keesokan harinya, suara ayuhan sepeda dan suara sang kakek terdengar riuh di antara aktifitas rutin pagi keluarga kami. Tapi kali ini, aku membiarkan beliau melewati blok rumahku saja.

           Pagi demi pagi berlalu. dan tak satu pagi pun terlewati tanpa sang kakek penjual minyak wangi itu. Suatu pagi, aku memanggil beliau kembali. Walaupun minyak wangi yang aku beli waktu itu masih ada, aku hanya ingin "membantu" beliau dengan membeli barang daganggannya. Kali ini aku membayaranya dengan sedikit lebih dari harganya. Dan aku beranikan diri untuk bertanya dengan beliau.

" kek, kakek rumahnya mana?"tanyaku mengawali

dengan suara gemetar beliau menjawab " dari Kalisari mba..aaa...aaa..aaa"

" wah lumayan jauh nggih pak?"

" iya..aa..mba...aaa,"

" kakek, tinggal sama siapa?"tanyaku lanjut

"nggih mba..a...aa sama anak sama dan menantu saya. Anak saya dan menantu kerja di sawah bantuin orang, kadang kebutuhan kurang, jadi bapak mau bantu anak dan menantu." jelasnya

" sudah lama pak jualan minyak wangi?"

" iya sudah hampir 2 tahun"

"dari jam berapa kakek keluar rumah?"

"dari habis subuh mba, dari jam 5 pagi, saya cuman memutar di perumahan ini"

"sehari bisa dapat berapa pak?"

"tidaak meesti mba,alhamdulillah cukup?"

"apa tidak capek kek, kakek naik sepeda?"

"tiidaak mba..Alhamdulillaah"

             MasyaAlloh,,, betapa luar biasa kakek ini. Setua ini, masih memiliki semangat yang tinggi untuk menjemput rejeki. Kakek tua tak yang tak mengenal lelah, Beliau terus saja mengayuh sepedanya. Mengayuh sepeda yang InsyaAlloh sebagai ikhtiar mendapatkan rizki dan berkah Alloh SWT. Betapa tertamparnya kita yang masih muda, yang masih punya tenaga berlimpah, namun suka mengeluh dan bermalas-malasan. Bahkan kadang terdiam dan menggerutu dan tidak melakukan apa-apa.

          Semoga kakek senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan rejeki yang berkah dan berlimpah. Aamiin YRA...


Hikmah:

"Berjuanglah dan jangan menyerah, Biarkan roda kehidupanmu terus berputar seperti ayuhan sepeda kakek tua itu."


Annisa Hanan








Wanita Itu Lembut, Namun Kuat

Berbicara mengenai wanita, mungkin tak akan ada habisnya. Ada saja yang bisa kita bahas ya.... Saya sendiri adalah seorang wanita. Dan saya bersyukur saya menjadi seorang WANITA.

Wanita..
Dia adalah makhluk spesial yang diciptakan Alloh SWT dengan bentuk yang indah. Keindahan yang tercipta mulai dari wajahnya, tubuhnya, gerak geriknya, perilakunya, dan juga akhlaknya.

Wanita....
Dia dianugerahi sifat yang unik. kelembutan, kelemahan, dan kekuatan.

Keunikannya bisa kita lihat dengan sifatnya yang pemalu, manja, pencemburu, penyayang dan penyabar.

Kelembutan wanita yang penuh dengan kasih sayang, kelembutan yang identik dengan halusnya perasaaan dan kelembutan yang mampu melunturkan amarah.

Kelemahan wanita tercermin dari dirinya yang mudah menangis, tubuhnya tidak sekokoh para lelaki. dan mudah terpengaruh. Dari kelemahannya itulah, dia butuh untuk dilindungi. Dilindungi oleh ayahnya, saudara, dan suaminya.

Namun dibalik kelemahan wanita, tersimpan kekuatan yang luar biasa. Dia sangat mudah untuk memaafkan, sangat penyabar dalam menghadapi berbagai masalah. Dia sangat kuat untuk mengandung bayinya dan membesarkan anak2nya. Dia juga mampu menyembunyikan lukanya dengan tetap menyungginkan senyumannya dihadapan orang lain.

Wanita juga begitu kuat. Lihatlah di sekitar kita. Wanita bisa melakukan hal2 yang bisa para kaum pria kerjakan. Wanita yang kodratnya adalah sebagai tulang rusuk suami, terkadang Ia menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Wanita apapun keunikanmu, jadilah wanita yang shalihah, Karena seindah2nya perhiasan dunia adalah wanita shalihah.

Jadilah wanita yang taat pada agamanya. Taat pada orag tua dan taat pada suaminya. Milikilah akhlak yang mulia...

Annisa Hanan




Kamis, 14 Februari 2019

Pertolongan Alloh Itu Nyata

Bismillahirrokhmanirrohim...

Sahabat Muslimah yang dirahmati Alloh..
Percayalah dan yakinlah kalau pertolongan Alloh itu nyata. 
Saya sudah membuktikannya dengan berbagai kejadian yang saya alami sendiri. 

Berikut satu diantara kejadian tersebut.
Hari kamis pagi (14/2), saya berangkat ke kantor seperti biasanya. Namun saya sedang menghadapi sebuah masalah keuangan saat ini. Saya harus membayar arisan PKK hari itu. Padahal saya sudah tidak punya uang cash yang cukup, hanya sekitar Rp 7.000. Kucoba ke gerai atm, berharap bisa mengambil uang dari sisa saldo. Dari 3 atm yang ada, ternyata saya hanya bisa mengambil Rp 50.000 katena semua saldo ada dalam batas minimal. Dari uang tersebut, alhamdulillah saya bisa saya gunakan untuk membayar arisan. 

Namun masalah belum selesai, saya harus punya pegangan uang untuk keesokan harinya. Secara nalar dari mana datangnya uang itu? Uang suami juga semakin menipis, karena saat itu juga harus membayar biaya SPP kuliah S2 nya sebesar Rp 6.000.000. 

Kemudian dalam kondisi bingung seperti ini, saya mbatin dan saya bilang sama Alloh. "Ya Alloh, saya sudah gak punya uang, Tolong bantu saya."

Sore hari, saya pulang ke rumah setelah keseharian saya bekerja sebagai staf honorer di sebuah universitas negeri. Sebelum meleapas lelah, saya menyempatkan untuk menyuapi makan sore anak saya. 

Tiba malam hari sekitar pukul 20.00, ada wa masuk dari salah satu mahasiswa. " Bu, saya transfer uang ya, buat bantuan jasa konsultasi skripsi kemaren." "Alhamdulillah terimakasih mba..". Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa universitas swasta, yang pernah minta bantuan konsultasi atas skripsi yang sedang dikerjakannya. 

Alhamdulillah, MasyaAlloh.... Alloh menjawab kebingungan saya hari itu juga. Kuingat siang tadi di kantor, saya menjalankan sholat Dhuha 4 rakaat. Inilah bukti dari janji Alloh dalam firmannya


   يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ



Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Wahai anak Adam, jangnalah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya. Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu." (HR. Ahmad)

Hikmah kali ini adalah:
"Percayalah dan yakinlah bahwa janji Alloh dan pertolonganNya itu nyata. Ketika ada masalah, sandarkan hanya padaNya. Sang pemilik dunia dan akhirat. Sangat mudah bagiNya untuk menjadikan atau menolong sesuatu. Alloh Maha Baik. Beribadalah... Istiqomahkan untuk bisa menjalankan sholat Dhuha, karena manfaatnya nyata.

Annisa Hanan